Biography

“Saya cuma berpendapat, di luar dimensi yang lain, dalam perspektif musik orang Indonesia adalah orang malas. orang indo pada rata-rata lebih nyaman mendengar lagu-lagu 3 chord “G-C-D” macam Peterpan daripada mendengar musik dengan tangga nada peantatonik. Dan mengapa mereka tidak terbuka untuk jenis musik yang lain. Sebagai excuse, di luar pop, kita menyukai musik-musik tanggung yang kedengaran seperti musik aslinya: Jazz tanggung, R n B tanggung, hiphop tanggung, punk tanggung, reggae tanggung. Semuanya serba tanggung. Saya masih ingat sekali saat saya menyanyikan lagunya Kanye West di depan sekumpulan orang yang mengklaim sebagai penggemar berat HIPHOP. Mereka mengerutkan dahi. Belakangan saya tahu kalau mereka tidak tahu Kanye West.”

oke, sedikit intermezo aja, gara2 cerita gw yang kaya diatas tadi, gw jadi berfikir 2 kali untuk memperkenalkan musik hiphop secara langsung.. so, orang indo enaknya di kasih suges.. dibodohi mungkin kasarnya.. no offence!.

Kemalasan orang Indonesia ini merupakan suatu yang kronis. Menyebabkan tertutupnya peluang bagi para musisi-musisi di luar jalur mainstream untuk berkarier. Memang, sekarang jalur independen (indie) diagungkan sebagai jalan keluarnya. Tapi, kapitalisme tetap kapitalisme. Di luar major label, mereka akan megap-megap dalam berkarya dan tidak mendapatkan kompensasi yang sepadan akan prestasi mereka.

Jadi mulailah mendengar musik lain di luar musik-musik yang saya dengar selama ini. Mulailah menerima nada-nada yang mungkin terdengar asing di telinga pembaca, tapi penulis yakin, hanya soal waktu untuk mengakrabinya. -ponco-