Tepatnya setelah saya dan resky nonton iCON nya jflow di pisa cafe menteng jakarta, kami berdua berbincang di stasiun tebet, perbincangan tidak menyangkut bisnis redonsky kami, namun perbincangan lebih ke arah yang hangat-hangat saja.
Entah disengaja atau tidak untuk menyadarkan saya, resky mengatakan bahwa segalal sesuatu yang telah ia raih adalah berkat ibunya, diapun menyebutkan walaupun tidak signifikan alasannya, tapi dia percaya bahwa semuanya adalah berkar ibunya.
Saya diam, saya kaku, dan saya berfikir.
Sepulangnya di rumah, saya melihat mama dalam keadaan sakit sambil memanggil nama saya “teguh, teguh…” hmmmm, sudah 2 hari saya meninggalkan rumah untuk menginap dikantor, dan ketika pulang saya disambut dengan hal seperti ini. Sungguh menyita perasaan. Saya tanyakan tentang kondisi mama ke papa, papa menjawab sambil menunduk, “sakit tulangnya kambuh lagi”. Oh Gusti, saya tidak bisa menahan perihnya perasaan saya ketika malam tadi, saya bergegas mandi, saya menangis bak pendosa yang tidak diterima ampunannya.
Hari ini saya kek kantor aga siang, karena saya tau hariini pasti akan menginap di kantor lagi, sebelum berangkat saya sarapan soto yang sudah dibelikan si bibi, lalu merapikan persiapan baju esok hari. Hmmm batik untuk esok keren juga.
Saya pamit ke mama, LAGI saya tidak kuasa menahan perasaan saya sendiri dari rasa sedih ini.