Keluar dari perusahaan sendiri

Posted: April 13, 2011 in writing

20110419-042218.jpg

Setelah berpacu dalam melodi di kurun waktu yang cukup lama, hmm sekitar 4 tahun, akhirnya gw mengundurkan diri dari perusahaan sendiri, ya ya ya, sedikit cerita red0nsky itu adalah perusahaan musik yang memproduksi musik untuk beberapa artis independent, kita itu berdua, gw dan resky, resky itu temen kampus gw, kita berteman sejak semester pertama, banyak asam garam deh, soalnya kita pure semua ini adalah dari hasil meluangkan waktu kita untuk terus belajar tentang seni music digital.

Disaat orang lain nongkrong atau maen sama temen kampusnya, kalo kita sih berdua aja untuk terus ngasah apa aja yang dirasa kita butuhkan di lima tahun kedepan, ya seperti sekarang ini hasilnya, gw jadi video editor + music arranger di perushaan televisi di jakarta, dan resky jadi music arranger di perusahaan yang mengelola musik dari sebuah iklan.

Kejadian di tahun 2009, resky ngilang gitu aja dengan alasan yang simple banget “lagi sibuk kuliah” padahal gw tau dia lagi sibuk band malah ngundang beberapa temennya untuk bikin sebuah karya dirumahnya, dilain sisi gw sering bilang kalo tugas dia skrg cuma bikin looping piano aja, selebihnya gw, dan itu ga pernah terealisasi sampe akhirnya kita lulus, sama2 udah kerja dan dia sms gw (di tahun 2011) untuk minta ketemu dan menanyakan perkembangan redonaky dan pengen melanjutkan perjuangannya lagi, okay, kita maju berdua lagi saat 2011 awal.

Nah gitu deh, tepatnya dua minggu lalu lah ya gw mengundurkan diri dari redonaky, gw punya alasan, tapi sepertinya resky ga tertarik dengan alasan gw cz dia sendri aja ketika gw bilang mundur, dia malah ilang oke dan menyatakan bahwa dia yang akan melanjutkannya, hmm kalo dia mau tau alasan gw adalah ketidak “cocokan” gw sama dia. Ini masalah “rasa”, dan gw lebih milih sibuk dengan urusan gw aja, sama seperti dia sibuk dengan urusan lainnya sewaktu tahun 2009, ya gw harus mundur dari skema bisnis redonsky, gw mulai merasa kurang cocok dengan sistem yang ada, Oke, good luck red0nsky.

Peace.

Tinggalkan kata “saya” , gw memulai dengan kata gw. Okay, Gw sadar sering meloyalkan diri dengan mengerjakan sesuatu untuk kantor yg bisa dibilang klopun ga dikerjain ga masalah, tapi gw melakukan semua ini dengan senang hati, gw merasa senang dengan apa yg gw berikan untuk perusahaan. Well. Done. Gw sakit, done nya itu sakit bukan hasil dari loyalitas itu sendiri, hmmm, belum semua ide bisa gw realisasikan dengan baik, tapi gw berjanji akan memajukan perusahaan ini walaupun posting blog kemaren hati gw carut marut sama kelakuan segelintir orang dikantor. Peace.

Capenya karena MAKAN ATI

Posted: April 1, 2011 in writing

Ya ya ya, dengan berat hati saya nginep lagi di kantor lagi… Ingin rasanya emailin GM bahwa saya tidak betah dengan kantor, bukan tuntutan dua jabatan ini, tapi lebih ke bebrapa orang yang sering sekali bertingkah yg menyebabkan saya kerepotan, iyaaa kalo sekali atau dua kali, ini setiap mingguuuuu kaliii.. Jujur seh saya udah benci kantor ini. Hmmmmmsaya akan email GM untuk pamit resign.

Peace.

Mama…

Posted: March 31, 2011 in writing

Tepatnya setelah saya dan resky nonton iCON nya jflow di pisa cafe menteng jakarta, kami berdua berbincang di stasiun tebet, perbincangan tidak menyangkut bisnis redonsky kami, namun perbincangan lebih ke arah yang hangat-hangat saja.
Entah disengaja atau tidak untuk menyadarkan saya, resky mengatakan bahwa segalal sesuatu yang telah ia raih adalah berkat ibunya, diapun menyebutkan walaupun tidak signifikan alasannya, tapi dia percaya bahwa semuanya adalah berkar ibunya.

Saya diam, saya kaku, dan saya berfikir.

Sepulangnya di rumah, saya melihat mama dalam keadaan sakit sambil memanggil nama saya “teguh, teguh…” hmmmm, sudah 2 hari saya meninggalkan rumah untuk menginap dikantor, dan ketika pulang saya disambut dengan hal seperti ini. Sungguh menyita perasaan. Saya tanyakan tentang kondisi mama ke papa, papa menjawab sambil menunduk, “sakit tulangnya kambuh lagi”. Oh Gusti, saya tidak bisa menahan perihnya perasaan saya ketika malam tadi, saya bergegas mandi, saya menangis bak pendosa yang tidak diterima ampunannya.

Hari ini saya kek kantor aga siang, karena saya tau hariini pasti akan menginap di kantor lagi, sebelum berangkat saya sarapan soto yang sudah dibelikan si bibi, lalu merapikan persiapan baju esok hari. Hmmm batik untuk esok keren juga.
Saya pamit ke mama, LAGI saya tidak kuasa menahan perasaan saya sendiri dari rasa sedih ini.

Frustasi jangka pendek?

Posted: March 17, 2011 in writing

Assalamualaiku, Saya pusing dengan keadaan ini, walau dengan status pegawai yg menjabat dua divisi sekaligus tidak membuat saya merasa cukup dengan apa yang ada sekarang, saya tidak membahas tentang nominal angka, tapi saya merasa hidup ini penuh perjuangan yang tidak akan pernah berakhir. Pekerjaan seberat apapun sayabkerjakan dengan tidak mengenal waktu, saya merasa frustasi dengan target-target yang saya buat sendiri termasuk menikah muda.

Kemarin 13februari, saya melamarnya, saya yakin atas pilihan saya ini. Dia sangat tidak membuat saya frustasi, sama sekali tidak, malah saya berhutang budi terhadapnya.

Kembali masalah frustasi, ada beberapa alasan saya mengatakan hal ini,
1. Kondisi kantor yang tidak seperti dulu
2. Target gila yang saya bikin sendiri
3. Apa kabar majelis? Saya merindukanNya, dekatkanlah :(
4. Kondisi fisik / stamina menurun
5. Liburan oh liburan

Wassalam.