3 PILIHAN HIDUP SEORANG ANAK BUNGSU
Saya adalah seorang anak bungsu dari 5 bersaudara. Teguh Ponco Pamungkas. Lahir di Bogor pada tanggal 4 oktober 1986 oleh pasangan suami istri Ahmad Santo Dan Yetty Nurhayati. well, Teguh berarti bertekat bulat dan kokoh pada pendirian sikap dan prinsip, Ponco berarti panca/lima/putra kelima, dan Pamungkas berarti pengakhir/finishing atau lebih tepatnya anak bungsu.
Sejak Tk, Sampai lulus Sekolah Dasar saya benar-benar pria yang terbiasa dikucilkan. pada dasarnya.. dasarnya sekali saya sering bertanya-tanya ttg apa yang membuat saya dikucilkan, keras saya berfikir tentang ini semua sampai beranjak kelas 1smp akhirnya dapat juga jawabannya. Saya malas belajar dan masuk sekolah, tidak pintar dalam pendidikan, kotor, dan yang paling saya sadari adalah kotoran yang menempel pada permukaan kulit saya (bahasa kasarnya adalah korengan). Sedih rasanya jika mengingat masa kecil saya dulu (walaupun ketika itu menikmati kesendirian, dan tanpa orang tua mengetahuinya).
Sekolah Menengah Pertama berjalan sebagai masa transformasi/peralihan/apalah itu yang berbau perbaikan diri. menikmati awal pergaulan dan mengenal arti kata pacaran.
Sekolah Menengah Atas menemukan sahabat sejati. Geraldo (atma), Nevigo (stmt trisakti), Paulus (atma), Ricky (untar), William (kesatuan), dan Mulyadi (kuliah di malaysia). pembentukan karakter adalah saat saya menduduki level ini. apa itu motivasi, apa itu prinsip, apa itu tujuan,. saya mulai memahami gairah masa depan namun masih samar terlihat. Well, terlalu banyak faktor yang menyebabkan belum mengertinya saya memandang masa depan secara “tepat”. pada level ini saya dihadapkan pada 3 pilihan. terus bermusik dengan sub-gendre hiphop), fokus belajar formal, atau mengambil akademi militer. semua bisa saja saya pilih suka-suka hingga akhirnya saya lebih memilih diam tanpa pilihan selama 1 tahun. bukan saya tidak berani menghadapi hidup. tapi sejujurnya saya cuma takut pilih. setahun itu hanya manggung dan bolak-balik radio ngasih demo lagu. syukurnya lumayan dapet posisi tangga lagu di berbagai radio (kawasan pulau jawa).
Alhamullilah tahun kemarin (2007) saya diterima sebagai mahasiswa di INSTITUT PERTANIAN BOGOR, fakultas Manajemen Informatika kampus salemba jakarta. siap untuk autis. (ngek-ngok!) bagaimana dengan musik hiphop saya? ini kutipan artikel yang saya punya dulu,
“Pasar musik Indonesia tertutup bagi musik lain selain pop. Tidak perlu penjelasan lebih lanjut. Itulah sebabnya mengapa musisi brilian macam kanye west sebagai musisi yang dihargai di luar negeri tidak dikenal khayalak Indonesia. Para musisi di luar jalur pop yang ingin berbicara di industri musik Indonesia setidaknya harus membumbui musik mereka dengan sedikit unsur pop agar musik mereka bisa diterima. Tengok saja Maliq & D’essential, RAN, Steven & Coconut Treez, Superman is Dead, soul.di, hingga ponco (ya setidaknya gw adalah objek juga, jangan dicoret gtu ya seharusnya dengan nama sendiri.. setuju? oke. merdeka indonesiaku!! hehe). Well, kaya gue dan mereka ini semua tidak akan eksis di belantika musik Indonesia bila tidak mencampur musik mereka dengan pop.”
Bagaimana Dengan Akademi Militer? hahahaha, hampir kelupaan tentang ini, yap, sekarang saya sudah semester 4 di tahun 2008 ini. 1 tahun-an lagi lulus.. mungkin ambil akademi militer. tergantung hawa kompetitor saya di tahun 2010. jika programmer makin marak, wah, saya ambil akademi militer aja, saya sayang anak saya kelak.. yang pasti dulu aja. stop idialism untuk yang satu ini. pada akhirnya saya butuh uang. -untuk yang membaca artikel ini, jujurlah pada diri kalian, ok?- untuk pemanasan sekarang saya mencoba bermain AIRSOFTGUN dulu.. dan menikmatinya.
-regardz^poncotempo-